Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto membenarkan, penyidik KPK menanyakan hal itu kepada Adang. "Kalau Anda baca pertanyaan terhadap ibu NN, ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan itu," tutur Bambang.
Hal tersebut disampaikan Bambang di sela-sela menghadiri hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI), Jl Lembang Terusan, Menteng, Jakpus, Minggu (8/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma kan saya tidak bisa buka jawabannya. Bagaimana detil strateginya tidak bisa dikemukakan juga," tutur Bambang.
Dalam dokumen penyelidikan yang dilansir Koran Tempo, Sabtu (8/1/2012) kemarin, disebutkan, Adang memiliki andil yang cukup besar dalam pemilihan DGS BI pada 2004. Mantan Wakapolri ini diduga meminta Fraksi TNI/Polri untuk memilih Miranda. Perintah tersebut disampaikan Adang kepada anggota fraksi TNI/Polri Udju Djuhaeri. Permintaan itu disampaikan Adang sebelum fit and proper test pada 8 Juni 2004.
Pengacara Nunun, Mulyaharja membantah Adang turut terlibat dalam kasus cek pelawat ini. "Pak Adang itu malah memiliki inisiatif baik, mendorong ibu (Nunun) untuk mengungkap otak kasus ini. Pak Adang tidak ada kaitannya," tutur Mulya ketika dikonfirmasi detikcom beberapa waktu lalu.
(fjp/ndr)











































