Persepsi Kinerja KPK Menurun, Tapi Publik Optimis pada Pimpinan Baru

Persepsi Kinerja KPK Menurun, Tapi Publik Optimis pada Pimpinan Baru

- detikNews
Minggu, 08 Jan 2012 17:11 WIB
Jakarta - Persepsi publik atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menurun. Per Desember 2011, persepsi publik atas kinerja KPK menurun menjadi 49 persen, dari bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 61 persen. Tren menurun ini sejak Desember 2009 yakni 66 persen.

Demikian hasil survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis di kantornya, Jl Lembang Terusan, Menteng, Jakpus, Minggu (8/1/2012). Survei dilakukan pada 8-17 Desember 2011 dengan 1220 sample responden usia pemilih, yang dipilih secara multistage random sampling. Diperkirakan margin error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei menunjukkan proporsi terhadap penilaian kinerja baik KPK (49 persen) tersebar relatif merata berdasarkan tingkat pendidikan, mulai dari SD sampai perguruan tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, di sisi lain survei menunjukkan bahwa mayoritas responden (52,9 persen) yakin pimpinan baru KPK akan lebih baik dari pimpinan sebelumnya. Sementara yang tidak yakin pimpinan baru KPK lebih baik dari pimpinan sebelumnya adalah 28,4 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Dodi Ambardi, menjelaskan hasil itu menunjukkan pada derajat tertentu memang terjadi personalisasi dalam melihat KPK. "Publik akan fokus ke orang daripada lembaga, karena lembaga itu abstrak sekali," ujar Dodi.

Survei juga menunjukkan proporsi terhadap keyakinan publik terhadap pimpinan baru KPK (52,9 persen) tersebar merata berdasarkan jenjang pendidikan, yakni SD (71,7%), SLTP (60,7%), SLTA (61,1%) dan perguruan tinggi (69,2%).

TNI Bersih

Survei LSI juga menunjukkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) paling banyak dipersepsikan sangat bersih atau cukup bersih dari korupsi. Sementara itu, yang terbanyak dipersepsikan sangat bersih dan cukup bersih selanjutnya adalah adalah Presiden (51%), Polri (39,3%), KPK (38,5 %), BI (38,2%), MK (37,7%), MA (34,9%), BPK (33,8%), Kejaksaan Agung (33,2%), DPR (31,1%) dan parpol (30,2%).

Soal lebih banyaknya responden yang mempersepsikan Polri bersih ketimbang responden yang mempersepsikan KPK bersih, Dodi mengingatkan agar memperhatikan margin of error +/- 2,9 persen. Banyaknya responden yang memilih Polri dan KPK bersih hanya berselisih 0,8 % atau masih dalam cakupan error.

Dodi juga mengingatkan yang dilakukan pihaknya adalah bukan keadaan riil, namun persepsi publik. Pemberitaan media, katanya, juga sangat mempengaruhi persepsi publik tersebut.

Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan survei didanai oleh Yayasan Pengembangan Demokrasi Indonesia, yang selama ini menangungi lembaga riset tersebut.

(lrn/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads