"Tower listrik 354 digergaji oleh orang tak dikenal. Laporan masuk ke kami pada Minggu dinihari tadi. Sampai saat ini petugas bersama tim PLN sedang di lokasi," tutur Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE saat dihubungi detikcom, Minggu (8/1/2012).
Farid mengatakan, menara di Desa Matang Siejuek Kecamatan Lhoksukon itu ditumbangkan orang tak dikenal dengan cara digergaji di bagian bawahnya. Dari empat tiang yang menyangga menara itu, para pelaku berhasil memotong dua di antaranya. Akibatnya menara menjadi condong secara ekstrim dan hampir menyentuh tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menara listrik itu, lanjut Farid, berada di tengah-tengah tambak udang milik penduduk setempat. Di lokasi ditemukan sejumlah barang bukti antara lain mata gergaji besi, dua kaleng oli dan empat kaleng sprite.
"Dari bukti yang ada kemungkinan pelaku lebih dari dua orang," papar Farid.
Namun Farid memastikan, meski menara listrik dalam posisi hampir ambruk, aliran listrik tidak terganggu. Menara tersebut menghubungkan listrik dari Sumut ke Aceh.
"Listrik tidak terganggu. Alirannya bisa mengalir. Ya hanya condong saja," terang Farid.
(fjp/gah)











































