Wanita Belanda Korban Tembok Israel

Wanita Belanda Korban Tembok Israel

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2004 21:27 WIB
Den Haag - Israel menangkap dan menahan wanita warga negara Belanda, Christine Grefer, karena dinilai mengancam eksistensi negeri Yahudi itu. Grefer masuk Israel untuk memprotes tembok ilegal.Wanita aktifis partai Groenlinks (kiri hijau) dari Groningen itu melakukan perlawanan secara hukum dan kini perkaranya diproses di pengadilan Tel Aviv. Dalam sidang yang digelar kemarin, Kamis (22/7/2004), hakim secara tegas menyatakan bahwa Grefer (46) memiliki hak untuk melakukan unjuk rasa di wilayah Palestina. Advokat Grefer yang dikutip media Belanda mengungkapkan bahwa selama sidang, pihak penuntut sempat berunding mengenai bahan-bahan bukti dari dinas keamanan Shin Bet, yang berdasarkan itu Grefer ditangkap dan ditahan. Namun anehnya, advokat Grefer tidak dibolehkan melihat bahan-bahan bukti tersebut.Rencananya putusan atas perkara ini akan dibacakan hari Ahad (25/7/2004) mendatang, yang di Israel merupakan hari kerja biasa, bukan hari libur. Grefer ditangkap ketika baru saja mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, pada Jumat dua pekan lalu, karena dinilai sebagai ancaman bagi eksistensi Israel. Ia datang ke negeri Yahudi itu untuk melakukan protes atas pembangunan tembok yang saat ini telah diputus Mahkamah Internasional sebagai ilegal.Greta DuisenbergSelain Grefer, masih ada wanita Belanda lainnya yang gigih memperhatikan nasib Palestina, yakni Greta Duisenberg. Istri Dr. Willem Frederik Duisenberg itu bahkan mulai berjuang untuk nasib Palestina ketika suaminya masih aktif menjabat sebagai presiden European Central Bank (ECB). Akibat aksi Greta, suaminya sempat kerepotan menghadapi tekanan lobi Yahudi. Bahkan kelompok lobi Yahudi di AS sempat menggalang upaya agar Duisenberg dipersonanongratakan dan dilarang masuk AS, agar dengan itu dia tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai presiden bank sentral Eropa.Toh semua tekanan itu tidak membuat hati Greta takut. Ia tetap rajin menyambung lidah rakyat Palestina, antara lain dengan memanfaatkan media di Belanda. Greta bahkan berani melakukan perjalanan berbahaya langsung ke Palestina dengan membawa tim kameraman untuk melaporkan kekejaman tentara Israel terhadap rakyat di sana.Wanita berhati baja itu juga berani mengibarkan bendera Palestina di balkon rumahnya, sebuah rumah di kawasan elit di Amsterdam. Di Belanda aksi tersebut melawan arus, apalagi banyak tetangga Greta yang Yahudi. Benar saja. Di pagi-pagi buta, dengan perlengkapan mesin derek, mereka membalas menutupi rumah Greta dengan bendera Israel ukuran raksasa, sampai rumahnya benar-benar tertutup. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads