Pengumuman Kabinet Bayangan Tak Lazim dan Tidak Perlu

Pengumuman Kabinet Bayangan Tak Lazim dan Tidak Perlu

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2004 19:17 WIB
Jakarta - Meski banyak yang penasaran, tapi ternyata pengumuman kabinet bayangan dianggap bukan tradisi, tidak lazim, bahkan tidak perlu. Oh ya?Demikian kesimpulan pendapat yang disampaikan anggota FPG DPR Ibrahim Ambong, Pakar Hukum Tata Negara UI Harun Alrasyid, dan pengamat politik LSI Denny JA usai mengikuti acara "Obrolan Pemilu" di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Jumat (23/7/2004)."Memang bukan tradisi, tapi kita bisa mengadakan itu. Toh Pilres juga bukan tradisi kita, tapi kita bisa melakukan itu. Saya pikir itu tidak mubazir, meski ada positif-negatifnya," kata Ambong.Menurut dia, positifnya bisa mendulang suara, negatifnya berisiko tidak didukung pihak lain. Tapi yang perlu diumumkan terutama adalah Menkeh dan Jaksa Agung.Sedangkan Harun menilai pengumuman kabinet bayangan oleh kandidat Pilpres tidak lazim. Lagipula, sulit diramalkan siapa yang akan jadi pemenang."Kabinet presidensil itu fokusnya pada presiden. Dan hak prerogatif presiden untuk membentuk menteri, yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Jadi untuk kampanye sekarang, fokusnya ya pada presiden dulu," katanya.Hal senada disampaikan Denny. "Itu tidak perlu karena tidak lazim. Kalau SBY melakukan hal itu, justru malah bisa mengurangi dukungan," katanya.Namun beda halnya dengan Mega. Menurut dia, justru sangat strategis dan paling tepat. Karena banyak anggota kabinet Mega saat ini yang justru menjadi beban. Seperti Menperindag Rini MS Soewandi, Menakertrans Jacob Nuwa Wea, dan Menneg BUMN Laksamana Sukardi."Yang penting adalah bagaimana pasangan bisa menawarkan program-program konkret. Pemilih juga memang belum ingin melihat figur di kabinet bayangan. Hanya segelintir kelompok kepentingan saja," ujarnya.Kalau kabinet bayangan diumumkan sekarang, menurut Denny, itu akan mempersempit manuver politik yang akan dilakukan pasca 20 September. Apalagi capres yang ada sekarang ini memang belum ada konsep yang bulat mengenai struktur kementerian.Bukankah nanti pemilih akan seperti membeli kucing dalam karung kalau kabinet bayangan tidak diumumkan? "Ya memang begitu terjadinya. Para kandidat Pilpres di beberapa negara juga tidak mengumbar kabinet bayangan, melainkan misi, visi, dan program," tukas Denny. (sss/)


Berita Terkait