"Citra tokoh paling positif di surat kabar adalah Hatta Rajasa, sedangkan yang paling negatif adalah Anas Urbaningrum," tutur Direktur Riset DCSC, Abdul Hakim, dalam konferensi pers di Kantor DCSC, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (7/1/2012).
Berdasarkan hasil analisis media terhadap 9 tokoh nasional yang dipandang sebagai kandidat kuat capres, pemberitaan positif didominasi Hatta Rajasa (52,9 persen), kemudian berturut-turut Sri Sultan HBX (36,8 persen), Aburizal Bakrie (32 persen), Surya Paloh (29,5 persen), Mega (28,2 persen), Anas Ubaningrum (22,8 persen), Prabowo Subianto (22,5 persen), Sri Mulyani (20,8 persen), dan Ani Yudhoyono (12,8 persen).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Citra Anas Urbaningrum sebenarnya tidak terlalu buruk, pemberitaan negatif tidak sampai 4 persen. Tapi ia banyak diberitakan negatif terkait kasus Sesmenpora," jelas Abdul.
9 kandidat capres yang diamati popularitasnya dari media adalah Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Surya Paloh.
Hatta Rajasa mendapatkan porsi paling besar diberitakan media (32,7 persen), disusul Anas Urbaningrum (16,7 persen), Aburizal Bakrie (15,5 persen), Megawati (10,2 persen), Ani Yudhoyono (6,7 persen), Sri Sultan Hamengkubuwono X (5,7 persen), Prabowo (4,6 persen), Sri Mulyani (4,2 persen), dan Surya Paloh (3,7).
Riset ini dilakukan dengan cara membandingkan popularitas 9 tokoh capres yang berkembang di masyarakat melalui surat kabar. Metode yang dipergunakan adalah mengumpulkan dan menganalisa semua artikel yag ada di tujuh surat kabar nasional yakni Kompas, Media Indonesia, Indopos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan, dan Seputar Indonesia. Pengumpulan data terkait tokoh-tokoh ini dilakukan per 1 Januari-31 Desember 2011.
Dari nama-nama kandidat yang disebut sebagai capres itu, hanya Hatta, Ical, dan Prabowo yang sudah terang-terangan dicapreskan partainya masing-masing. Sedang calon lainnya seperti Ani Yudhoyono sudah tegas-tegas tidak akan maju capres. Sementara Megawati belum memastikan diri, demikian juga Anas. Dan calon lainnya pun belum pernah berbicara siap maju sebagai capres.
(van/ndr)











































