Ramadhan Pohan: Ical Harus Tertibkan 'Ikan Salmon' Kalau Mau Nyapres

Ramadhan Pohan: Ical Harus Tertibkan 'Ikan Salmon' Kalau Mau Nyapres

- detikNews
Sabtu, 07 Jan 2012 13:20 WIB
Ramadhan Pohan: Ical Harus Tertibkan Ikan Salmon Kalau Mau Nyapres
Jakarta - Partai Demokrat menilai 'ikan salmon' si sekeliling Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) bisa mengganjal pencapresannya. Karena itu Ical harus menertibkan manuver 'ikan salmon' yang kerap menggoyang SBY.

"Ical harus tertibkan para 'salmon' di sekitarnya. Salmon itu kontraproduktif buat pencapresan Ical. Orang mau nyapres itu mestinya santun, simpati, dan bersahabat, bukan merongrong," tutur Wasekjen PD, Ramadan Pohan, Sabtu (7/1/2012).

Menurut Ramadhan, jelas manuver 'ikan salmon' membuat publik kian antipati terhadap Ical. Apalagi 'ikan salmon' ini terus menyerang SBY di parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika 'salmon' sebagai strategi politik dasarnya apa ya? Jumlahnya jelas tak banyak, sedikit tapi fatal, segelintir tapi melintir. Jangan sampai publik antipati kepada Ical gara-gara 'ikan salmon' di lingkarannya," papar Ramadhan.

Karena itu, imbuh Ramadhan, manuver 'ikan salmon' ini semestinya dipantau Ical. Selain Golkar menjaga komitmen koalisi, rakyat juga akan melihat sisi baik capres satu ini.

"Jika 'salmon' terus bermanuver goyang-goyang SBY, publik nggak simpati. Ingat, rakyat yang citna SBY pasti tak simpati gara-gara Ical biarkan 'salmon' bermanuver terus. Jadi Ical harus tertibkan baik-baik manuver 'salmon-salmon' di sekelilingnya," tandasnya.

Sebelumnya, Politisi PD Sutan Bathoegana menuding politisi dari Golkar dan PKS seperti 'Ikan Salmon'. Istilah Ikan Salmon ini adalah kependekan dari intelektual kagetan yang asal ngomong.

"Kan saya bilang, ini politisi kawan-kawan koalisi. Memang dari dua partai itu yang terus menyerang SBY. Makanya saya katakan ini kelompok ikan salmon, intelektual kagetan asal ngomong supaya muncul terus tanpa tahu dampak politiknya. Mereka tak akan berhenti menyalurkan syahwat politiknya sampai dia orgasme politik," tuduh Sutan Bathoegana.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini