"Ini sebenarnya pukulan telak kepada pemerintah. Doktor-doktor di pusat ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak-anak yang menggunakan teknologi jauh dari modern dan di daerah pula," kata politisi senior Golkar ini kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (6/1).
Lili mendukung Kementerian Perindustrian yang akan menugaskan dirjennya untuk menginvestigasi karya anak SMK tersebut sebelum diwujudkan menjadi embrio mobnas. Anggota DPR dari Bandung ini juga meminta pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak SMK tersebut baik soal pendanaan maupun teknologinya.
"Sudah pasti akan ada resistensi dari produsen mobil besar karena pasar mereka bila ini sukses bakal terganggu. Indonesia ini kan pasar terbesar di ASEAN. Pemerintah harus berpihak kepada karya bangsa ini. DPR siap memberikan dukungan dengan kewenangannya dalam APBN," kata Lili.
Lili mengingatkan, jangan sampai karya-karya anak-anak SMK tersebut 'digagalkan'. Lili merujuk pada kasus mobil Timor dan juga pembuatan truk oleh PT Texmaco.
(nwk/nwk)











































