Din: Konflik Keagamaan Terjadi karena Ketidakhadiran Negara

Din: Konflik Keagamaan Terjadi karena Ketidakhadiran Negara

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2012 19:01 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin menilai negara kurang berperan dalam penyelesaian berbagai konflik keagamaan yang terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan kasus HKBP Ciketing dan GKI Yasmin yang hingga kini tak kunjung selesai karena kurang aktifnya pemerintah.

"Seolah-olah ini antara Islam dan Kristen, padahal sesungguhnya ini karena ketidakhadiran negara," ujar Din.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan seusai menerima kunjungan Organisasi Islam bentukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Baitul Muslimin (Bamusi), di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya kata Din, pemerintah lebih aktif dalam menangani kasus-kasus di dalam ruang lingkup keagamaan. Jangan sampai kasus ini lambat penyelesaiannya.

"Umat HKBP Ciketing sampai ibadah di depan istana, masalah GKI Yasmin juga berlarut-larut karena ada porsi peran negara yang tidak diambil," kata Din.

Selain itu, Din juga mengajak umat Islam untuk turut aktif membantu penyelesaian konflik keagamaan di Indonesia. Ia menilai umat Islam harus menjadi pengayom bagi umat lain.

"Kita harus kembali ke prinsip Islam, yaitu sebagai rahmatin lil alamin," tutupnya.


(did/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini