"Puncak musim hujan pada pertengahan Januari dan Februari, sehingga potensi hujan tinggi. Genangan kami rasa akan masih ada sehingga kami minta untuk waspada," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kukuh Ribudiyanto, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (6/1/2012).
Menurut Kukuh, hujan di awal tahun 2012 ini masih dalam batas normal. Meskipun tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan ekstrem harian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Datangnya hujan tidak tentu, bisa terjadi pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Sebab ada pola yang berubah-ubah di Jabodetabek.
Sementara Deputi Meteorologi BMKG, Tuwamin Mulyono, menjelaskan hujan yang terjadi pada siang dan sore hari lebih sering karena akibat adanya pemanasan matahari yang kuat. Hal ini memicu gerak udara vertikal yang mendorong pertumbuhan awan hujan, namun skalanya tidak luas.
"Sedang hujan malam disebabkan oleh fenomena meteorologi regional, seperti monsun (angin yang berhembus secara periodik) dan badai tropis. Skalanya lebih luas, namun terjadinya jarang," ucap Tuwamin.
Sementara itu menurut pengamat iklim dan cuaca dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Armi Susandi, puncak musim hujan akan terjadi pada Februari. Dia memperkirakan curah hujan di bulan Februari mencapai 600 mm/bulan. Curah hujan besar terutama dirasakan oleh warga yang berada di wilayah selatan Jakarta.
(vit/nwk)











































