"Kondisi saat ini yang sakit bukan rakyatnya, tapi pimpinannya. Ini bukan refleksi kebencian ya, tapi refleksi kegalauan," kata Din saat ditemui wartawan usai menerima kunjungan Baitul Muslimin (Bamusi) di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jumat (6/1/2012).
Din menyoroti beberapa kasus peradilan yang dinilainya tidak berpihak kepada rakyat kecil, seperti kasus pencurian sandal dan pencurian kakao. Ia menilai seharusnya aparat penegak hukum lebih mengutamakan penyelesaian kasus-kasus besar yang berdampak kerugian pada negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyoroti kasus kekerasan yang terjadi di Mesuji dan Bima. Menurutnya, kasus-kasus tersebut terjadi karena negara yang lebih dulu melakukan kekerasan.
"Mengapa rakyat melawan negara, karena negara duluan yang melakukan anarkisme pertama, yaitu negara merampas hak hidup dan hak sosial rakyat," lanjutnya.
Din menyarankan agar pimpinan negara segara melakukan perubahan. Jika tidak, ia khawatir konflik kekerasan akan meluas ke berbagai wilayah.
"Harus ada big bang dari atas. Big bang di sini adalah gebrakan perubahan dari pimpinan negara. Kalau tidak ada, maka yang akan terjadi adalah big bang dari bawah, dari rakyat," tutupnya.
(nik/gah)











































