"Untuk Jakarta kita lihat masih aman dari cikungunya," kata Dien, saat ditemui di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Meski wilayah Jakarta masih dikatakan cukup aman, di kawasan Depok justru penyakit ini sudah mulai merebak. Mengingat dua daerah ini saling berdekatan, maka itu Dinkes DKI Jakarta memastikan selalu mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap kemungkinan merebaknya penyakit ini.
"Kita juga terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan kepada warga Jakarta khususnya guru-guru di sekolah agar siswa-siswanya mengerti," tambahnya.
Dien tidak menampik jika potensi merebaknya menyakit ini sangat besar ketika musim hujan tiba. Genangan air menjadi tempat nyamuk berkembangbiak.
"Maka itu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kita digalakkan terus," tambahnya.
Kegiatan pemberantasan nyamuk itu, lanjut Dien, dilakukan rutin minimal satu kali dalam seminggu, tepatnya di hari Jumat. Tujuannya, untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Karenakan DBD itu penyebabnya sama nyamuk Aedes juga. Maka itu kita pelu bersih-bersih," tandasnya.
Selain giat melakukan bersih-bersih, Dien mengatakan pihaknya juga terus melakukan fogging.
"Untuk semua wilayah jika memang nyamuk banyak maka akan dilakukan fogging. Karena kunci penanganan Cikungunya ini sama dengan DBD," tandasnya.
(lia/gun)











































