Fahmi Idris: Hampir Pasti Golkar Dukung SBY
Jumat, 23 Jul 2004 17:22 WIB
Jakarta - Koalisi Partai Golkar diputuskan dalam Rapim Partai Golkar awal Agustus. Partai Golkar hampir dipastikan mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla ketimbang Megawati-Hasyim."Ya memang hampir pasti. Saya sendiri lebih suka seperti ini, kan Mega sudah dapat kesempatan tiga tahun. Mestinya masalah yang bisa selesai malah bertambah. Masa yang seperti itu dipilih lagi, lebih baik beri kesempatan pada yang punya potensi dan menurut saya SBY-JK punya potensi," ungkap Ketua DPP Partai Golkar Fahmi Idris di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/7/2004).Perbandingannya berapa persen?"Saya tidak mau katakan berapa persennya karena nanti dikatakan saya dominan," kata dia.Sekadar diketahui, ada "kubu-kubu"-an di Golkar. Kelompok Fahmi cenderung ke SBY, sedangkan kelompok Akbar condong ke Mega.Menurut Fahmi, dengan siapa Partai Golkar berkoalisi, akan diputuskan pada awal Agustus."Kami belum memutuskan karena rapim akan terjadi awal Agustus atau paling lambat akhir minggu kedua Agustus, karena kita menunggu proses Mahkamah Konstitusi yang maksimal bersidang selama 14 hari," ujar Fahmi.Tak KondusifDalam kesempatan itu, Fahmi menilai koalisi Golkar-PDIP-PKB dan PPP (Koalisi Barnas) masih sebatas wacana dan tidak konsusif bagi demokrasi."Menurut saya, koalisi tidak kondusif karena dapat terjadi kemutlakan disana yang akan menghambat demokrasi. Kalau sudah di blok oleh mayoritas, tidak akan mungkin berkembang demokrasi yang sehat. Masa kita mau balik lagi ke orba dimana semua mau diblok satu tangan. Itu kemutlakan yang harus dihindari. Mungkin dapat menimbulkan stabilitas di permukaan, tetapi itu juga visi orba," paparnya."Yang perlu kita kembangkan sekarang, bagaimana agar berbagai pikiran bisa hidup dengan baik," demikian Fahmi Idris.
(aan/)











































