Kapolda Imbau Ormas Jaga Keamanan di Jakarta

Kapolda Imbau Ormas Jaga Keamanan di Jakarta

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2012 16:07 WIB
Kapolda Imbau Ormas Jaga Keamanan di Jakarta
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab telah mengumpulkan pimpinan masing-masing ormas terkait bentrokan dua kelompok ormas di Ciputat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Untung mengimbau ormas untuk tidak saling bertikai.

"Itu faktanya yang membawa nama organisasi. Tadi malam sudah kami kumpulkan, tingkat-tingkat elit sebenarnya sudah nggak ada masalah. Saya minta kepada masing-masing untuk membangun persaudaraan baik, untuk menjaga ibukota supaya aman," jelas Untung kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Lebih jauh ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak ormas yang terbukti melakukan pelanggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedang kita proses, siapa pun yang melakukan tindak pidana kita proses," imbuh Untung.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, kepolisian hingga tingkat Polsek telah mengumpulkan masing-masing ormas untuk mengantisipasi bentrokan serupa.

"Untuk mencegah kasus, kita adakan pertemuan di antara mereka, jalin komunikasi pemuka oleh masing-masing kapolres dan kapolsek. Ini akan tercegah kalau komunikasi mereka baik," kata Baharudin.

Polisi sendiri tetap konsisten untuk menindak pelaku pelanggaran dari masing-masing ormas bila terbukti melakukan pelanggaran pidana.

"Kalau ada tindak pidana, penyidik akan tetap proses. Pidananya tetap kita proses, disamping bina komunikasi dengan pengurus keorganisasian, disamping tindakan tegas," ujarnya.

Seperti diketahui, dua kelompok ormas terlibat bentrokan di tiga lokasi berbeda pada Senin lalu. 18 Orang diamankan dalam peristiwa tersebut. Namun mereka tidak ditahan karena tidak terbukti melakukan pelanggaran.

"Ada 18 orang diperiksa, difoto dan diambil sidik jari dan dikembalikan karena belum ada bukti kalau mereka yang membawa senjata tajam atau pemukulan kelompok lain," ungkap Baharudin.

Namun, sejauh ini, polisi sendiri belum mengetahui motif bentrokan tersebut.

"Dari Polres Jaksel sampai sekarang juga belum bisa lihat, karena mereka berkumpul kemudian saling menyerang dan merusak. Belum tahu motifnya juga apa," imbuhnya.

Polisi sendiri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang bertanggungjawab dalam bentrokan tersebut. Pasalnya, dari puluhan senjata tajam dan bom molotov yang disita, tidak ada yang mengaku bertanggungjawab.

"Kesulitannya, barangnya yang disita itu tidak mereka pegang. Kemudian karena ini sudah kelompok, lebih dari 5-10 orang, akan jadi sulit untuk pembuktian siapa yang melakukannya," jelas Baharudin.

(mei/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads