"Sekarang sedang kita cari. Kita kan tidak tahu importirnya siapa, penjualnya siapa, sedang dilacak," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/1/2011).
Untung menyatakan, sembilan pucuk senjata yang ditemukan merupakan senjata buatan luar negeri. Nomor senjata api tersebut juga tengah ditelusuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjutnya, polisi sendiri belum bisa menyimpulkan apakah senjata itu baru diselundupkan dari luar atau sisa-sisa daerah konflik.
"Saya tidak berani berikan pernyataan yang terlalu dini (sisa konflik), kita tunggu saja," imbuhnya.
Pada Selasa (3/1), polisi menyita 11 pucuk senpi, yang terdiri dari 2 pucuk revolver dan 9 pistol pabrikan berikut 161 butir peluru dan 200 gram sabu dari sebuah tabung gas. Tabung itu ditemukan seorang pengepul.
Sang pengepul, saat membawa tabung itu ke bengkel tabung, PT Bejana Agung Wajatama yang terletak di Kampung Pegadungan RT 04/10 Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, curiga karena tabung terasa berat. Saat diperiksa ternyata berisi senpi dan sabu. Pengepul itu kemudian melapor ke polisi. Hingga kini belum diketahui motif penyelundupan barang tersebut.
(nal/nal)











































