"Nggak ada kaitannya dengan teroris, karena itu barang temuan. Kasus di Bekasi ini merupakan apresiasi maysarakat yang peka terhadap keamanan dan melaporkannya ke kepolisian," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
Sementara itu, Baharudin juga memastikan pemilik senjata api tersebut lebih dari satu orang. "Nggak mungkin punya satu orang, pasti lebih. Kalau punya satu orang juga, siapa pemiliknya, ini sedang ditelusuri," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan dari sebelas pucuk senjata api yang ditemukan karyawan perusahaan servis tabung gas, PT Bejana Agung Wajatama, merupakan senjata pabrikan. Setiap senjata pabrikan, memiliki nomor senjata api.
"Nomor itu sedang dicek, kalau ada yang terdata di kepolisian kita telusuri. Kalau nggak terdata, berarti tidak terregister di kepolisian," imbuhnya.
Sedangkan terkait peredaran senjata api di kalangan masyarakat sipil, Baharudin menyatakan, pihak intelijen telah menarik 80 persen senpi. "80 Persen sudah ditarik. Tinggal 20 persen lagi," pungkasnya.
(mei/lrn)










































