Akhir 2012, Indonesia Cenderung Basah

Akhir 2012, Indonesia Cenderung Basah

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2012 14:48 WIB
Akhir 2012, Indonesia Cenderung Basah
Jakarta - Jangan lupakan payung atau jas hujan jika Anda akan bepergian pada akhir tahun 2012 nanti. Sebab di akhir tahun ini diperkirakan cenderung basah. Artinya, musim kemarau lebih basah lantaran curah hujan di atas normal.

"Secara umum, kita akan lebih banyak basah. Akhir tahun ini cenderung basah. Artinya lebih panjang basahnya dibanding keringnya (kemarau)," kata pengamat iklim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Armi Susandi, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (6/1/2012).

Hal ini terjadi karena faktor global berupa penguapan yang lebih tinggi. Selain itu adaΒ 
pula pengaruh regional seperti faktor tingkat polusi yang lebih tinggi. Zat partikulatΒ 
yang dihasilkan oleh sumber-sumber polusi udara membentuk nuklei kondensasi awan. Hal ini mendorong pembentukan awan sehingga meningkatkan kemungkinan hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca pada 2012 sebenarnya relatif bersahabat ketimbang pada 2009 dan 2010. Sebab pada 2009 akibat El Nino yang kuat, kemarau panjang terjadi hampir di semua wilayah Indonesia. Sedangkan pada 2010, El Nina yang kuat mengakibatkan lebih banyak hujan sepanjang tahun. Antara September 2011 hingga Mei 2012 pengaruh El Nino dan La Nina tidak terlalu kuat.

"Yang sedikit membedakan dari tahun lalu adalah sebaran distribusi hujan. Tahun ini hujan lebih merata di hampir semua wilayah Indonesia," kata Armi.

Di musim penghujan seperti sekarang ini perlu juga diwaspadai terjadinya banjir pada saat bulan purnama. "Perlu diawasi pada saat bulan purnama. Karena bulan purnama mengakibatkan air laut pasang. Nah, dengan pasangnya air laut plus curah hujan yang sedang tinggi, maka kemungkinan bisa terjadi banjir," terang alumnus Universitas Hamburg, Jerman, ini.

Bulan purnama pada Januari ini jatuh antara tanggal 8-15.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads