Soal Penembakan di Aceh, Polisi Tak Mau Disebut Kebobolan

Soal Penembakan di Aceh, Polisi Tak Mau Disebut Kebobolan

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2012 14:27 WIB
Jakarta - Polda Aceh menyatakan sudah mensinyalir akan adanya aksi penembakan di Bireun, 31 Desember tahu lalu atau 2 hari pasca penangkapan 2 tersangka penembakan tanggal 4 dan 23 di bulan yang sama. Kepolisian menolak disebut kecolongan karena tidak mampu menangkal aksi penembakan tersebut.

"Tidak ada yang bobol, hanya mungkin pelaku mencari waktu yang pas untuk beraksi," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Jakarta Jumat (6/1).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo, kepada detikcom mengatakan, saat berhasil menangkap 2 tersangka aksi penembakan tanggal 29 Desember lalu, pihaknya sudah mengendus akan terjadi aksi penembakan di Bireun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ketika polisi sudah mengendus rencana aksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2011, terjadi penembakan brutal kepada para pekerja kabel Telkom yang berada di dalam mess, Kecamatan Jempa, Bireun, sekitar pukul 21.00 WIB.

Dua orang tewas adalah Sunyoto, Suparno, dan Daud. Sementara korban luka 7 orang bernama Andri, Hasan, Kirul, Imam, Kopral, Aan dan Bonjol.

"Para pelaku mencari kesempatan untuk berbuat, mereka mencari kelemahan petugas," jelas Saud.

Meski demikian, imbuh Saud, dari hasil pemeriksaan pihaknya belum dapat mengarahkan motif dari aksi penembakan tersebut.

"Dari pemeriksaan masih belum mengarah ke kasus lain dan masih murni berdiri sendiri," jelas Saud.

Disinggung adanya kesamaan modus dan korban jiwa dari kelompok pendatang, Saud mengatakan pihaknya enggan terburu-buru menyimpulkan motif dibalik aksi penembakan misterius.

"Itu semua akan menjadi bahan analisa kita," jelasnya.

(ahy/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini