Toilet Wakil Rakyat: Beda Negara, Beda Cara

Toilet Wakil Rakyat: Beda Negara, Beda Cara

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2012 10:54 WIB
Jakarta -

Tak dinyana, soal toilet ternyata bisa bikin heboh. Seperti rencana renovasi toilet yang berada di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen, atau di ; ruang wakil rakyat setinggi 24 lantai. Biaya yang digunakan mencapai Rp 2 miliar. Ada yang mengatakan kemahalan. Yang lain bilang, cukup wajar.

Toilet jelas penting. Bagian ini tak mungkin terpisahkan dari hajat hidup orang banyak. Pada banyak studi terungkap, kematian terbesar di negara-negara miskin sebagian besar karena ; tak memiliki toilet alias sanitasi yang buruk. ; Nah, pada “hari toilet dunia” (dikenal dengan World Toilet Day yang jatuh setiap 19 November), para wakil rakyat di Irlandia Utara ; rela merogoh kocek untuk membantu membangun toilet twinning (semacam jamban yang diberi dinding penutup dari tembok) ; di Burundi, negara di Afrika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para wakil rakyat memberikan donasi sebanyak 60 poundsterling untuk ikut membantu membangun toilet twinning bagi 90 ribu warga Burundi yang tak memiliki toilet. Setiap toilet yang dibangun, fotonya dikirim dan digantung di toilet anggota parlemen Irlandia Utara, lengkap dengan alamat dan GPS (Global Positioning System). Mungkin buat mengingatkan, bahwa masih banyak orang di dunia yang untuk urusan peturasan saja, masih belum layak.

Menurut Tim Magowan, dari Northern Ireland Director of Tearfund, salah satu lembaga yang menggalang dana mengatakan, banyak yang mengira bahwa soal toilet tidak begitu penting. “Tapi bagi masyarakat ; dunia ketiga, mereka harus menanggung risiko, karena tidak memiliki toilet yang layak dan higienis, “ katanya.

Nah, sejak dilauching pada 2009 silam, banyak anggota anggota parlemen yang terus memberikan sumbangan, termasuk Jim Nicholson dari Parlemen Uni Eropa. ; ;

Cara menyadarkan masyarakat agar sadar kesehatan, juga didengungkan anggota Parlemen Australia berkat dorongan mayarakat di sana. ; Di depan Gedung Parlemen setempat, mereka membangun toilet berukuran raksasa. Nah, setiap anggota Dewan dan juga masyarakat, boleh mencoba duduk di sana. Tujuannnya, agar pemerintah mengalokasikan dana kesehatan dan sanitasi sebanyak 500 juta dollar Australia hingga 2015. Mereka juga mengajak anggota Dewan dan masyarakat agar peduli terhadap 2, 5 miliar warga duna yang tidak punya toilet.

Masih dari Australia, Gedung DPR di New South Wales, mencanangkan diri sebagai gedung DPR paling ramah lingkungan. Soalnya, mereka sedang mengalokasikan dana sebesar 3, 4 juta dollar Australia untuk membuat proyek toilet ; hemat air. Gedung DPR yang diisi oleh 300 anggota itu, sebelumnya menghabiskan air sebanyak ; 17.860 kiloliter air bersih per tahun atau sama dengan tujuh kolam renang kelas olimpiade. Tapi nanti akan dipangkas hingga 4.1150 kiloliter saja. Demikian juga dengan listrik, sebelumnya menghabiskan 7.340 megawatt, akan dipangkas menjadi 2.358 megawatt. Proyek ini jelas menghemat pengeluaran, tidak heran kalau dikenal dengan sebutan “Sustainabel Parliament”.

Lain lagi ; di ; Queensland Parliament House, yang dibangun ; pada 1868. Bukan saja akan disajikan sejarah parlemen di sana, tapi jugta dekorasi yang cantik dan tidak ketinggalan ada toilet umum bagi para penyandang disabilitas.

Namun, kisah toilet digunakan untuk teler juga ada. ; Lima tahun silam, seorang anggota parlemen Jerman pernah ketahuan sedang menghisap kokain di toilet. Karena alasan itu, stasiun TV Jerman AKTE O5, mengadakan investigasi di gedung Parlemen Eropa di Brussel, Belgia. Rupanya, ; 41 dari 46 toilet di gedung tersebut kedapatan bekas ceceran kokain.

Fritz Sorgel dari Institute for Biomedical and Pharmaceutical Research di Nurenberg (IBMP) mengatakan bahwa pemakaian kokaian memang sudah mewabah di masyarakat Eropa. “Saya sih tidak heran kalau anggota Parlemen Eropa juga sering pakai,” katanya.

Di Indonesia, mungkin tidak kedapatan anggota parlemen teler di toilet. Tapi banyak orang kesal dengan perilaku anggota DPR, termasuk pelukis Hardi. Untuk menumpahkan kekesalannya, Hardi pun protes dengan cara melukis gedung DPR yang di depannya berderet toilet, pertengahan tahun lalu.

Lalu apa tanggapan anggota Dewan? “Yang jelas setiap orang butuh toilet,” kata anggota Komisi XI dari F-PD Ahsanul Qosasi ketika mengomentari lukisan Hardi tersebut.
(nwk/nwk)


Berita Terkait