Golput, Tanda Tak Berdayanya Parpol Cetak Pemimpin
Jumat, 23 Jul 2004 14:53 WIB
Semarang - Pada pilpres 2004, golput sepertinya menjadi idola. Di sebagian besar daerah, pendukungnya melebihi perolehan suara capres tertentu. 'Kemenangan' golput merupakan tanda kurang profesionalnya lembaga politik atau parpol karena tak bisa mencetak pemimpin yang dekat dengan rakyat."Saya kira lembaga politik semacam parpol itu tak bisa mencetak calon pemimpin bangsa yang sesuai dengan selera rakyat. Akhirnya, rakyat golput. Mereka tidak memilih satu diantara kelima pasangan calon," kata Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ari Tri Sugito seusai berdialog dengan Komisi VI DPR RI di Universitas Diponegoro Semarang, Jum'at (23/7/2004).Ketidakberdayaan parpol dalam mencetak calon pemimpin, lanjut Ari, terlihat dari tawaran-tawaran sosok capres yang kurang mengena di hati rakyat. Semua calon dilahirkan dari situasi yang jauh dari serba elitis. Tak salah kalau akhirnya rakyat juga tak memilih mereka.Selain itu, kata Ari, parpol juga mandul dalam melakukan pendidikan politik bagi rakyat. "Hal itu disebabkan karena parpol terlalu bernafsu mendekati rakyat dengan orientasi pengerukan suara saja. Motif pendidikannya jadi hilang," tandasnya.Meski golput bisa menjadi pertanda meningkatnya kecerdasan politik rakyat, Ari menambahkan bukan berarti kian besar golput kian tinggi pula kecerdasan rakyat. Hal itu sangat tergantung pada konteks zaman. Setiap zaman membawa makna tersendiri terhadap gejala golput.Rektor yang sebelumnya mengajar untuk mata kuliah Kewarganegaraan ini tidak bisa memrediksi perolehan golput pada pilpres putaran II. "Saya berharap rakyat bisa realistis. Harusnya mereka memilih satu sosok yang agak lebih baik di antara yang buruk itu," katanya.Jika rakyat tak bisa bersikap seperti itu, lanjutnya, maka jumlah golput akan meningkat. "Karena itu, semua pihak harus bisa mengerem lajunya. Kalau tidak, kekecewaan rakyat akan terus berlanjut sampai presiden baru terpilih," demikian Ari.
(nrl/)











































