"Jadi sementara masih tetap tanggal 16 Februari. Tahapan juga sudah disusun, dan saya kira sudah ada calon-calonnya," jelas Menko Polhukam, Djoko Suyanto, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).
Kesepakatan ini pun sudah diamini sejumlah elemen di Aceh mulai dari pemerintah hingga lembaga pemantau pemilu. Diharapkan kondisi keamanan tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko berharap masyarakat Aceh bisa ikut menjaga situasi. "Imbauan saya, bagaimana masyarakat Aceh mengelola, memanfaatkan wahana demokrasi, untuk menyampaikan aspirasi pikirannya dan memilih pemimpin yang tepat di daerah masing-masing," tutur Djoko.
(ndr/vit)











































