Penembakan Pendeta di Palu
Polri Evaluasi Kapolda Sulteng
Jumat, 23 Jul 2004 14:34 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan jajaran Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai Kapolda, Wakapolda dan Irwasda Sulteng akan segera dievaluasi menyusul penembakan yang menewaskan pendeta Susianti Tinulele."Evaluasi yang bersangkutan termasuk Kapolda lama ada kaitannya dengan pembinaan karir. Jadi tunggu waktu saja," kata Kapolri saat ditanya apa benar Kapolda Sulteng akan diganti, usai salat Jumat di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2004). Desakan agar Kapolda Sulteng Brigjen Pol Taufik Ridha disampaikan Kaum Muda Sulawesi Tengah (Kamust), Selasa (20/7/2004) lalu. Kamust menilai penembakan terhadap pendeta Susianti membuktikan Kapolda tak mampu mengatasi keamanan Sulteng terutama Poso dan Palu.Pada kesempatan itu Kapolri juga memperingatkan siapa pun agar tidak memanfaatkan situasi Palu dengan menebar teror ancaman bom melalui telepon. Polisi, katanya, pasti bisa menemukan pelaku teror itu. Itu telah dibuktikan dalam kasus di Soroako, Sulsel, beberapa waktu lalu."Saya ingatkan kepada siapa pun yang melakukan ancaman teror, yang ingin menimbulkan keresahan masyarakat, kami bisa menemukan kalian karena kami punya taktik tersendiri," kata Kapolri.
(iy/)











































