Informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (5/1/2012) kini ES sudah ditangkap pihak Polres Natuna. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tega menghamili anak muridnya yang duduk di kelas 2 SLTA tersebut.
Akibat perbuatan tak senonoh itu, muridnya berinisial SH kini perutnya membuncit karena mengandung janin usia tiga bulan. Tersangka ditangkap saat berada di bengkel motor di Jl Air Lakon, Ranai, Kabupaten Natuna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sudah tidak perawan lagi, dia bilang kalau sebelum sama saya dia pernah sesekali melakukan hubungan dengan pacarnya," ujar ES kepada petugas Reskrim Polres Natuna.
Hubungan sang guru dengan SH tidak diketahui oleh kedua orang tua korban. SH juga tidak pernah memberi tahu orang tuanya, karena takut dimarahi. Apalagi tersangka ES sudah memiliki istri walu udah empat tahun menikah belum dikaruniai anak.
Pengakuan ES setidaknya sudah pernah melakukan hubungan intim 10 kali. Pengakuan guru olahraga ini, setiap habis melakukan hubungan intim, selalu memberikan uang ke muridnya itu. Hal ini dilakukan supaya korban bisa lebih sayang dan selalu mau jika diajak berhubungan lagi. "Saya beri dia uang setiap habis main," kata ES kepada penyidik.
ES mengaku pertama kali melakukan hubungan layaknya suami istri di kedai miliknya yang ada di Jalan Pramuka Ranai. Terkait kejadian ini, tersangka sempat mengajak berdamai pihak keluarga muridnya. Malah ES sempat menuyuruh SH untuk mengguggurkan kandungannya.
Sementara Wakapolres Natuna, Kompol Sudarminto membenarkan adanya kasus pencabulan tersebut.
"Siswi ini sempat melakukan upaya penguguran dari janin dengan membeli obat ke apotik. Dan akibat upaya menggugurkan tersebut, korban sempat dilarikan ke rumah sakit RSUD," ujar Wakapolres Natuna, Kamis (5/01/2012).
(cha/anw)











































