"Ada kejanggalan dalam kasus ini yaitu kenapa begitu Hasanuddin terkena tembakan, temannya yang berinisial R langsung kabur," kata Kapolsek Medan Satria Bekasi, Kompol Triyono, saat dihubungi detikcom, Kamis (5/1/2012).
Menurut dia, secara logika apabila ada seorang teman tertembak pasti meminta bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejanggalan lain, kata Triyono, masih didalami peristiwa ini tabrakan biasa atau tidak.
"Polisi juga mencari apakah ini insiden tabrakan biasa karena waktu kejadian yang di saat lalu lintas tidak padat kok bisa senggolan," kata Triyono.
"Kalau dikatakan ngantuk, tentu akibatnya akan lebih fatal. Sementara menurut keterangan korban Hasanuddin, senggolan hanya merusak spion. Ini yang masih didalami insiden lalu lintas biasa atau lainnya," lanjut dia.
Ketika ditanya mengenai sang pengemudi sedan maupun senjata yang digunakan, Triyono mengaku pihaknya masih fokus mengejar R.
"Penyelidikan kepolisian belum sampai sana karena kita fokus mengejar kesaksian R. Baru di situ bisa mengetahui nanti mobil jenis apa, warna apa yang digunakan oleh pelaku. Namun menurut keterangan saksi, pelaku menggunakan mobil sedan warna hitam," papar Triyono.
Ia mengatakan Hasanuddin sudah dijenguk istrinya, Odah. Odah tercatat warga di RT 2 RW 1, Pusaka Negara, Subang.
"Pukul 01.00 WIB pagi, saya cek posisi peluru ada di tengkuk Hasanuddin. Sudah dilakukan observasi di RS Polri. Untuk masalah pengangkatan tanya ke tim medis, karena bukan urusan penyelidikan polisi," kata Triyono tentang kondisi Hasanuddin.
(aan/nrl)











































