Polri Sebut 1 Korban Tewas di Bima Karena Sakit Perut

Polri Sebut 1 Korban Tewas di Bima Karena Sakit Perut

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2012 14:10 WIB
Jakarta - Mabes Polri bersikukuh korban tewas akibat bentrok massa dan aparat kepolisian berjumlah 2 orang. Temuan itu berbeda dengan data Komnas HAM yang menyebut 3 korban tewas. Versi kepolisian, 1 korban tewas lainnya tewas karena sakit perut.

"Pada 24 Desember ada 1 orang meninggal dunia di Dusun Soro Kecamatan Lambu, atas nama Syarifudin Arahman (32). Dari keterangan kakak kandungnya adiknya meninggal dunia karena sakit perut. Dan dia tidak ikut berunjuk rasa," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, Kamis (5/1/2012).

Menurut Saud, keterangan tersebut didapatkan pihaknya dari hasil penyelidikan di lapangan bekerjasama denhan bidan desa setempat, Dokter Kepolisian dan RS Bima, serta dokter Puskesmas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan kakak kandung Syarifudin, Hasanudin, dirinya mendampingi adiknya yang mulai merasa sakit perut sejak pagi hari.

"Meninggal sekitar pukul 3 sore. Dan kakaknya ini mendampingi adiknya di rumah karena tidak dibawa ke rumah sakit," jelas Saud.

Syarifudin dimakamkan di sekitar kediamannya keesokan harinya, 25 Desember 2012.

Sebelumnya Komnas HAM tetap menyakini korban tewas menyusul bentrok di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, tetap 3 orang. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM di Bima.

"Untuk korban meninggal dunia ada 3 orang terkait hasil pemantauan dan penyelidikan di Bima," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh di kantor Komnas HAM, Jl Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2012).

Sementara Mabes Polri tetap yakin korban tewas akibat bentrokan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya 2 orang.

(nal/nal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini