"Komisi III menemui Kapolri sore ini pukul 16.00 WIB dalam rangka meminta Kapolri menarik Brimob dari NTB juga agar Kapolda dan Kapolres segera dicopot," tutur Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Jamil kepada wartawan usai menemui warga Bima di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/1/2012).
Komisi III DPR memang baru mendapat masukan dari Kontras bahwa bentrok di Bima disusun secara sistematis. Beberapa temuan kontras menuturkan ada 700 pasukan dan 15 ambulan disiapkan selama bentrok.
Komisi III DPR juga menerima masukan dari masyarakat Bima. Mereka mengeluhkan sejumlah pasukan Brimob yang dipasang di beberapa titik.
"Masyarakat kan bisa diajak berdialog. Bukan ditakut-takuti dengan penumpukan aparat di berbagai titik. Kami rasa polisi harus menarik pasukan Brimob dari sana," tutur Nasir.
Ia berharap polisi belajar dari pengalaman di Bima, NTB. Ia berharap polisi lebih persuasif menghadapi masyarakat.
"Seharusnya polisi sudah membangun komunikasi dengan masyarakat setempat. Masalah ini merupakan kegagalan hampir semua institusi di sana juga kepolisian dalam mengantisipasi hal ini,"tandasnya.
Bentrokan terjadi dalam upaya Polri membubarkan massa yang memblokir Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Sebelum dibubarkan, aksi pemblokiran tersebut telah berlangsung selama satu pekan sehingga menyebabkan penyeberangan dari dan ke NTT terputus sama sekali.
(van/lh)











































