"Bukan cuma diperbaiki, tapi dibuat higienis ada sabunnya atau ada hand sanitizer atau apalah. Kita butuh toilet yang beradab dan higienis," tutur Nova, melalui telepon kepada detikcom, Kamis (5/1/2012).
Ia pun menceritakan pengalaman buruknya. Politisi muda asal PD ini mengaku pernah basah kuyub gara-gara toilet di kantornya rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih parah lagi, menurut wanita yang berpendidikan dokter ini, sejumlah toilet tidak berfungsi dengan baik. Buang air di saat sedang diare jadi sangat memalukan.
"Aslinya gue pernah sakit perut, lagi diare tapi tetep sidang Komisi IX kan, astaga... Buat flushing nggak bisa! Bayangin kan udah diare, bolak balik ke toilet dan toiletnya nggak bisa flushing! Tambah mules nggak sih. Keluar bilik juga malu ada yg udah antri. Semakin diflushing semakin meluap," bebernya.
Ia pun sudah menanyakan kepada cleaning service. Namun jawabannya tidak memuaskan, ternyata toilet tidak dirawat dengan baik.
"Haduh udah kacau tuh dan basah kuyup, langsung cleaning service sampe gue panggilin dan gue interogasi, mereka tau nggak itu rusak semua sampe selangnya. Katanya tahu, sudah lapor tapi dicuekin. Aih gimanaaa," protesnya.
Ia pun meminta Setjen segera membenahi toilet DPR. "Selain toilet yang beradab dan higienis, kapan sampah di gedung DPR diatur untuk recycle? Kapan gedung DPR diatur ramah lingkungan seperti pemisahan sampah dan lain lain?" pintanya.
(van/lh)











































