“Semua sudah diarahkan dan diperintahkan oleh menteri sosial Bachtiar Chamsyah. Saya hanya menjalankan tugas sesuai perintah atasan saya, Bachtiar. Pengadaan sapi dan mesin jahit bukan perintah Amrun tapi Bapak Bachtiar Chamsyah,” kata Amrun.
Hal itu ia sampaikan saat Amrun membacakan nota pembelaan atau pledoi yang ia bacakan sendiri, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (5/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menjelaskan perjalanannya ke China pada Oktober 2004 merupakan tugas resmi atas undangan PT Lasindo. Amrun ikut ke sana atas perintah Bachtiar.
“Saya ikut karena ditunjuk menteri. Transportasi dan fasilitas kami dapatkan sama seperti Bachtiar karena merupakan undangan resmi namun saya tidak tahu siapa yang membayarkan,” tutur Amrun.
Pada penutupan pledoi pribadinya, Amrun meminta agar majelis hakim membebaskannya dan melepasnya dari segala tuntutan hukum. “Setidaknya berikanlah keputusan yang arif dan bijaksana kepada saya,” pintanya.
Sidang pun akan dilanjutkan pada hari Kamis, 12 Januari 2012 pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan vonis atau putusan.
(feb/gun)










































