Laporan AD AS: Ada 94 Kasus Penyiksaan di Irak & Afghan
Jumat, 23 Jul 2004 13:35 WIB
Jakarta - Setidaknya 39 tahanan telah meninggal di Irak dan Afghanistan sejak tahun 2001 lalu. Dan ada 94 kasus dugaan penyiksaan maupun yang telah terbukti.Demikian terungkap dalam laporan inspektor jenderal Angkatan Darat (AD) AS, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (23/7/2004).Laporan tersebut memberikan detail baru mengenai dugaan-dugaan penganiayaan yang dilakukan tentara-tentara AS terhadap tahanan Irak dan Afghanistan. Termasuk bukti bahwa prajurit AS bersekongkol untuk memaksa tahanan-tahanan Irak melompat dari jembatan. Juga bukti-bukti bahwa seorang personel AS yang memukul kepala tahanan ketika diinterogasi dan seorang sersan yang menyuruh anak buahnya untuk berbuat kasar pada tahanan.Meski begitu, laporan AD AS itu menyimpulkan bahwa tidak ada masalah sistematis yang menyebabkan atau mendorong terjadinya penyiksaan itu. Semua kesalahan itu dilakukan para prajurit yang melanggar hukum dan peraturan AD. Dan kadang kala dibantu para komandan mereka yang setuju dengan penyiksaan itu. Demikian diungkapkan Inspektor Jenderal Letjen. Paul Mikolashek.Laporan ini langsung mendapat tantangan dari anggota Senat dari Partai Demokrat. "Sulit dipercaya bahwa tidak ada masalah sistematis dengan operasi interogasi dan penahanan kita," cetus Senator Carl Levin, tokoh Demokrat di Komite Dinas Bersenjata Senat AS.Para penyelidik AD AS ini meneliti dugaan-dugaan insiden penganiayaan yang terjadi antara awal dimulainya perang di Afghanistan pada Oktober 2001 hingga 9 Juni di Irak.
(ita/)











































