"Masyarakat Indonesia telah menemukan simbol baru atas frustrasi mereka yang terus tumbuh akibat ketidakadilan di negara demokratis baru ini: sandal jepit yang usang dan murah,"tulis media terkemuka Amerika Serikat (AS), boston.com Rabu, (4/1/2011) waktu setempat.
Frutrasi akibat ketidakadilan mungkin benar adanya. Lihatlah keputusan dari Mahkamah Agung (MA) yaitu Hakim Hendra Pramono yang hanya dihukum mutasi dan dibebastugaskan sebagai hakim selama 1 tahun. Padahal nyata-nyata memeras terdakwa sebesar Rp 40 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum cukup? Beberapa waktu lalu, Indonesia disuguhi gambar aparat kepolisian memukuli dan menendangi warga yang sedang menyampaikan aspirasi di Mesuji dan Bima. Tidak sedikit di antaranya yang meninggal.
Belum lagi frustrasi masyarakat akibat tumpukan ketidakadilan tahun lalu yang tidak kunjung usai seperti pencurian pulsa dan rekening gendut Polri. Masyarakat Indonesia juga sangat frustrasi dengan penanganan kasus korupsi yang tidak kunjung menemukan titik terang.
"Sandal ini juga mengekspresikan penanganan kemarahan atas penangkapan AAL," terang globe.com.
(asp/fjr)











































