"Jalan yang dimaksud yang menjadi penyebab belasan pengendara motor jatuh bukan disebabkan oleh pekerjaan proyek saluran air Palyja," ungkap Corporate Communications and Social Responsibilities Head Palyja, Meyritha Maryanie, Kamis (5/1/2012), dalam keterangan pers kepada detik.com
Meyritha menjelaskan, Palyja sebelumnya memiliki pekerjaan di Jalan Jenderal Sudirman. Namun, sejak 21 Desember 2011 lalu, pekerjaan tersebut dihentikan sementara. Proses pekerjaan yang tersisa saat itu hanyalah pengeringan cor valve chamber di dekat jembatan Bendungan Hilir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap kali ada pekerjaan proyek, Meyritha mengaku, pihaknya selalu menempatkan rambu-rambu keselamatan yang mengindikasikan sedang ada pekerjaan dilakukan.
"Tapi, plang pekerjaan Palyja yang semestinya di lokasi proyek Palyja telah dipindahkan oleh oknum yang tidak diketahui ke lokasi jalanan rusak sehingga membuat belasan pengendara motor jatuh dan timbul kesan jalanan rusak akibat pengerjaan Palyja," tuturnya.
Kondisi Jl Sudirman memang cukup mengenaskan. Pengendara motor yang melintas di bekas galian saluran air, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, harus ekstra hati-hati. Jalanan yang kini penuh lubang itu mengakibatkan banyak pemotor terpeleset.
(fjr/fjr)











































