Diprotes AS Soal Penarikan Pasukan, Arroyo Bela Diri

Diprotes AS Soal Penarikan Pasukan, Arroyo Bela Diri

- detikNews
Jumat, 23 Jul 2004 11:45 WIB
Jakarta - Didera kritikan Amerika Serikat atas keputusannya menarik pasukan dari Irak, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo tidak gentar. Ia membela diri bahwa bahwa keputusan itu perlu untuk mengurangi ancaman terhadap sekitar 4 ribu warga sipil Filipina yang bekerja di Irak.Demikian disampaikan Arroyo dalam pidatonya di kantor Kementerian Luar Negeri Filipina seperti diberitakan AFP, Jumat (23/7/2004). "Saya percaya bahwa sekutu-sekutu kami akan bisa memahami bahwa Filipina berada dalam kondisi khusus tidak seperti AS, Australia, Bulgaria dan negara-negara lain," ujar Arroyo seraya mengingatkan bahwa ada sekitar 1,5 juta warga Filipina di Timur Tengah.Pengemudi truk asal Filipina, Angelo dela Cruz, Kamis (22/7/2004) kemarin tiba di tanah airnya setelah diculik sejak 4 Juli lalu oleh sebuah kelompok bersenjata di Irak. Pria miskin itu dibebaskan setelah pemerintah Filipina memenuhi tuntutan penculik untuk menarik pasukan dari Irak lebih cepat dari jadwal.Keputusan pemerintahan Arroyo ini telah mengundang kekesalan pemerintah Washington. Menteri Luar Negeri AS Colin Powell menyatakan sangat kecewa dengan pemerintah Manila."Kami sangat kecewa dengan tindakan pemerintah Filipina," cetus Powell. "Saya senang bahwa pria Filipina itu telah kembali dengan selamat, namun saya pikir harga yang sangat mahal harus dibayar untuk kebijakan yang diambil pemerintah Filipina itu," tandasnya.Namun ditegaskan Arroyo, dirinya tidak menyesal dengan keputusannya memulangkan pasukan Filipina lebih awal "untuk melindungi kepentingan kita yang lebih luas, termasuk nyawa Angelo de la Cruz." (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads