Pro Kontra Proyek Renovasi Toilet Rp 2 Miliar di DPR

Pro Kontra Proyek Renovasi Toilet Rp 2 Miliar di DPR

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2012 16:58 WIB
Jakarta - Ada beberapa anggota DPR yang punya pengalaman buruk dan minta toilet direnovasi total. Namun, tak sedikit anggota DPR yang menilai renovasi toilet tak perlu, apalagi sampai menghabiskan anggaran Rp 2 miliar.

"Ampun, gue pernah jadi korban toilet di Nusantara I, tepatnya toilet di lorong Komisi IX dan Baleg, baju gue basah semua. Bukan cuma diperbaiki, dibuat higienis, tidak usah mewah tapi prinsip sehat harus dong," keluh anggota Komisi IX DPR dari FPD, Nova Rianti Yusuf, kepada detikcom, Rabu (4/1/2012).

Ia mendambakan toilet yang beradab. Menurut dokter muda ini, toilet haruslah higienis dan bebas kotoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekalian imbauan untuk Sekjen juga nih, selain toilet yang beradab dan higienis, kapan sampah di Gedung DPR diatur untuk recycle? Kapan gedung DPR diatur ramah lingkungan?," protesnya.

Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning membenarkan toilet di Komisi IX DPR yang terletak di Gedung Nusantara I DPR pernah rusak. Namun ia menilai perbaikan tak perlu menelan anggaran sebesar itu dan hanya perlu dilakukan di toilet yang rusak.

"Renov kan sudah, yang mengerjakan tidak benar. Itu masih tanggungjawab pemborong dong, masak belum 1 bulan waktu itu toilet di Komisi IX sudah rusak, dan katanya mau diperbaiki seperti sekarang kan aneh," protes Ribka.

Anggota Komisi I DPR dari FPD Roy Suryo menilai toilet anggota DPR masih sangat layak. Ia hanya berharap dilakukan pembersihan berkala agar toilet tetap bersih dan wangi.

"Soal toilet di DPR itu memang kreativitas yang berlebihan. Terus terang saya lihat masih layak digunakan. Cukup dirawat atau dibersihkan setiap hari,"usul Roy Suryo.

Namun pimpinan DPR memilih tak mempermasalahkan hal ini. Pimpinan merasa toilet DPR memang perlu direnovasi.

"Saya kira masalah-masalah begitu masalah teknis yah. Artinya saya tidak melihat ada hal-hal yang perlu kita persoalkan. Itu menurut kami tak pantas dipersoalkan, sebenarnya sudah urgen, perlu juga. Anda harus lihat ini kan lembaga,"ujar Wakil Ketua DPR Anis Matta.

Meski sebenarnya proyek renovasi toilet ini masih bisa dibatalkan jika anggota DPR berbalik arah. Paling tidak jika anggota DPR mendengarkan penolakan rakyat.

"Kami akan berkonsultasi, kalau memang dibatalkan ya bisa," tutur Kepala Biro Harbangin DPR, Sumirat.

(nal/nal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini