"Saya dapat konfirmasi bahwa Pak Arie Malangjudo tidak bisa hadir karena ada keperluan yang mendesak," kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2011). Arie akan diperiksa penyidik lagi pada 9 Januari mendatang.
Arie sudah melaporkan soal ketidakhadirannya dalam pemanggilan KPK kepada penyidik. Johan mengaku tidak tahu alasan detil ketidakhadiran Arie. "Tentu penyidik yang tahu detilnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arie yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Wahana Esa Sejati ini sempat diminta Nunun mengantar cek-cek itu. Arie sudah cukup sering dihadirkan sebagai saksi pada proses penyidikan maupun di persidangan untuk terdakwa cek pelawat.
Di persidangan, Arie pernah mengatakan, Nunun Nurbaetie memintanya menyerahkan tas-tas berisi cek kepada orang-orang yang akan meneleponnya.
Nunun, menurut Arie, meminta pesuruh kantor PT Wahana Esa Sembada menyerahkan empat tas hijau, kuning, merah, dan putih ke ruangan Arie Malangjudo. Tas-tas itu berisi 480 lembar cek yang nomor serinya sama dengan yang dibeli PT First Mujur.
Arie Malangjudo menerima telepon dari anggota Fraksi PDI Perjuangan Dudhie Makmun Murod, yang menanyakan jatah untuk fraksinya. Arie dan Dudhie bertemu di Restoran Bebek Bali Senayan untuk menyerahkan tas merah. Dudhie mengaku diperintah Panda Nababan.
Kemudian, Arie Malangjudo bertemu Endin AJ Soefihara di Hotel Atlet Century di kawasan Senayan untuk menyerahkan tas hijau. Hamka Yandhu dari Fraksi Golkar datang ke kantor PT Wahana Esa menemui Nunun Nurbaetie lalu mengambil tas kuning di ruangan Arie Malangjudo.
(mok/aan)










































