"Pak Luhut Pandjaitan, selama kepengurusan Pak Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar, memang diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Golkar (ketuanya adalah Pak Akbar Tandjung), tapi beliau tidak pernah diangkat sebagai Ketua Tim Sukses Pak Aburizal Bakrie, dan demikian pula para jenderal TNI purnawirawan lainnya," jelas rekan Luhut di PT Toba Sejahtra, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (4/1/2012).
Fachrul Razi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai sejumlah purnawirawan jenderal yang disebutkan menjadi tim sukses Ical dan berkantor di Wisma Bakrie. Fachrul menegaskan, sebagian besar dari jenderal purnawirawan yang disebut-sebut itu tidak tergabung dalam partai politik mana pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut Pandjaitan bersama sejumlah purnawirawan mendirikan PT Toba Sejahtra. Dalam kurun waktu sekitar 7 tahun, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, energi, dan agrobisnis, yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia, semakin berkembang. Maka wajar, terkait aktivitas perusahaan, beberapa kali mengadakan pertemuan dan makan siang dengan sejumlah pejabat teras yang kebetulan sedang tidak sedang tugas luar.
"Hampir selalu setiap makan siang ada tamu luar yang bergabung makan, baik para penjabat pemerintah tingkat pusat (Menteri, Dirjen, Sekjen, dsb), tingkat daerah (Gubernur, Bupati, Walikota, Ketua DPRD, dsb), Ketua Umum/Ketua/Pengurus teras berbagai partai politik," jelas Fachrul Rozi.
Nah, momen makan siang itu, secara khusus dimanfaatkan untuk membahas urusan bisnis, kemudian menindaklanjuti bahasan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Namun, tentu saja acap kali berkembang membicarakan situasi nasional, regional, dan dunia. Baik di bidang ekonomi, maupun bidang politik, keamanan, dan sebagainya.
"Tentang perkembangan situasi nasional yang terserap dari diskusi-diskusi informal itu, tanpa publikasi, kami salurkan kepada pihak-pihak yang seharusnya tahu (eksekutif, legislatif, yudikatif, tokoh-tokoh, dsb), termasuk kepada Pak Aburizal Bakrie, untuk mewaspadainya, guna memelihara situasi bangsa agar tetap kondusif," jelasnya.
Fachrul Razi juga menyampaikan komitmen tentang pemerintahan SBY. Sepenuhnya, para purnawirawan jenderal mendukung SBY sampai dengan akhir masa jabatan hingga 2014 mendatang.
"Masukan-masukan dari berbagai diskusi informal (terutama saat makan siang) itu, sesuai dengan bobotnya, kami sampaikan juga kepada Bapak Presiden SBY pada beberapa kali pertemuan tatap muka kami dengan beliau," jelasnya.
Soal kantor di Wisma Bakrie 2, PT Toba Sejahtra sudah menyewa kantor itu, semula hanya setengah lantai, sekarang sudah meluas menjadi 4 lantai, sejak 6 tahun lalu. PT Toba juga memiliki kantor di Jl Rasuna Sahid dan Mega Kuningan. Gedung Toba Sejahtra setinggi 41 tingkat sedang dibangun di Mega Kuningan.
"Kami sampaikan untuk menunjukkan bahwa PT Toba Sejahtra tidak ada kaitan bisnis dengan Bakrie Group; dan kami juga tidak diberi fasilitas oleh Pak Aburizal Bakrie untuk berkantor di Wisma Bakrie 2 seperti yang diberitakan di beberapa media massa. Kalau dari aspek persahabatan, Pak Luhut Pandjaitan dan kami semua pada umumnya memang sudah bersahabat dengan Pak Aburizal Bakrie sejak lebih dari 20 tahun yang lalu," jelasnya.
Dia juga memberikan klarifikasi terkait tim 'Begawan' yang banyak disebut sebagai tim pemenangan Aburizal Bakrie. Tim 'Begawan' ini menurut Fachrul Razi adalah sebuah organisasi anak-anak muda yang bergerak di bidang penyelenggaraan outbond.
Luhut Pandjaitan menjadi pembina organisasi itu beberapa tahun lalu atas permintaan anak-anak muda itu. Kemudian organisasi ini dibenahi untuk meningkatkan profesionalitasnya, termasuk memperkuatnya dengan beberapa jenderal purnawirawan.
"Sampai sekarang, Begawan tetap eksis sebagai organisasi yang independen, bukan organisasi pemenangan Partai Golkar atau partai politik mana pun, dan siap digunakan oleh organisasi apa saja yang ingin mengikuti outbond," terangnya.
(ndr/nrl)










































