Kenapa DPR Paksakan Sistem Absen Rp 3,7 M?

Kenapa DPR Paksakan Sistem Absen Rp 3,7 M?

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2012 13:11 WIB
Kenapa DPR Paksakan Sistem Absen Rp 3,7 M?
Jakarta - Anggaran pengadaan sistem absen finger print DPR turun jadi Rp 3,7 miliar setelah menuai protes masyarakat. Namun angka ini dinilai masih mahal.

"Itu maksimal Rp 500 juta," ujar Ketua DPR Marzuki Alie, kepada detikcom, Rabu (4/1/2012).

Setjen DPR pun mengakui sebenarnya pengadaan finger print bisa ditekan. Bahkan sampai hitungan dua ratus jutaan. Tapi Setjen DPR ingin memilih sistem absen yang mahal, harganya Rp 3,7 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hanya finger print nggak sampai segitu finger print itu kalau dari vendor ada yang 9,5 juta. Ada yang 5,5 juta. Itu finger printnya aja," tutur Kepala Biro Harbangin Setjen DPR, Sumirat, kepada wartawan, secara terpisah.

Rupanya Setjen DPR ingin memberikan fasilitas yang paling mutakhir kepada anggota DPR. Apa kelebihannya sampai mereka memilih harga yang sangat tinggi?

"Ini kan ada sistem. Yang mahal itu ternyata sofwarenya. Itu termasuk CCTV, termasuk sistem aplikasi yang kita inginkan apa," papar Sumirat.

Sementara PNS Setjen DPR sehari-hari menggunakan sistem absen finger print yang standar. Alat itu dipasang di lobi gedung Nusantara III dan Gedung Setjen DPR.

Setiap pagi dan sore mereka mengantre di belakang alat tesebut. Mereka menempelkan jempol mereka pada alat tersebut setiap tiba dan pulang dari DPR.

Lalu, kenapa DPR memaksakan sistem absen yang mahalnya selangit?

(van/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads