"Setelah kita tahu, ada tim yang dikirim dari Jeddah ke Makkah, untuk menelusuri informasi itu," kata Juru Bicara Kemenlu Michael Tene di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2012).
Michael belum bisa memastikan kapan proses pemulangan itu selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan kepolisian perlu menggelar proses otopsi atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebetulnya, kata Michael, Indonesia sudah bekerjasama dengan Arab Saudi dalam urusan pemulangan jenazah. Namun memang untuk kasus Jamilah, informasi yang sampai ke perwakilan Indonesia di Arab Saudi agak lambat.
"Pada kasus ini spesifik tidak ada pemberitahuan sebelumnya," terangnya.
Jamilah Binti Emang (Rohilah Binti Eman) TKW asal Kampung Cibuntu, Desa Sukamaji, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini dikabarkan telah wafat sejak tanggal 15 Desember 2011.
Kabar wafatnya Jamilah Bt Emang mengejutkan para sukarelawan BMI maupun Pospertki, hal ini disebabkan kabarnya baru diketahui pada Senin (02/12) pagi.
Jamilah ditemukan salah satu warga Indonesia dengan kondisi yang memprihatinkan. Ia tergeletak di salah satu halaman pintu Masjidil Haram, Makkah.
Jamilah mengaku dibuang oleh majikannya yang berasal dari daerah yang berjarak 400 km di antara Kota Ta'if dan Bisha. Menurut pengakuannya, majikan pria Jamilah bekerja sebagai sopir taksi dan majikan perempuannya bekerja di kantor imigrasi setempat. Masalah Jamilah muncul ketika majikan perempuannya masuk penjara sementara di saat yang sama anak laki-laki majikannya baru keluar dari penjara.
Awalnya Jamilah Binti Emang dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di kota Makkah, dikarenakan keterbatasan fasilitas, akhirnya pada tanggal 12 Desember 2011 dirujuk ke RS King Faisal Makkah. Hal ini dikarenakan Jamilah Binti Emang menderita TBC dan Krisis Gizi akibat selama bekerja tidak diberikan makan dan waktu istirahat yang layak oleh majikannya. Hasil pemeriksaan Rumah Sakit menunjukkan darah Jamilah Binti Emang dalam kondisi HB 6 dan Cardiac Enzyme tinggi.
Jamilah merupakan TKW asal Kampung Cibuntu, Desa Sukamaji, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jamilah berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 12 Februari 2006 dengan nomor paspor AB 022128. Ia berangkat menggunakan jasa PT Al Hijaz Indo Jaya dengan sponsor daerah bernama Sopanda dan Sula.
(mad/aan)











































