"Perlingungan WNI mewarnai mesin diplomasi sepanjang 2011. Berbagai upaya dilakukan baik oleh kemlu atau perwakilan terkait WNI sangat beragam," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa.
Hal tersebut disampaikan dalam refleksi tahun 2011 dan proyeksi tahun 2012 di Kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2012). Hadir dalam acara ini Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik, mantan menlu Mochtar Kusumaatmadja, Wamenlu Wardhana, peneliti LIPI Dewi Fortuna Anwar, dan para dubes negara sahabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marty, mereka diselamatkan dari berbagai insiden di luar yang berhubungan dengan gejolak politik hingga penyanderaan dan pembajakan kapal laut. Kasus terakhir adalah penyelamatan 61 Anak Buah Kapal (ABK) KMV Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia.
"Ada 61 WNI yang menjadi korban penyanderaan Somalia pada tahun 2011 ini yang melibatkan 8 kapal beberapa negara. Seluruh ABK WNI telah diselamatkan," jelasnya.
"Misi penyelamatan KMV Sinar Kudus yang membutuhkan waktu 46 hari merupakan yang tercepat yang dilakukan di perairan Somalia," bangga Marty yang tampak mengenakan setelan jas hitam ini.
Tidak hanya itu, Marty juga menjelaskan upaya penyelamatan terhadap TKI yang terancam hukuman mati di luar negeri. "Diplomasi terus dilakukan, mulai dari tingkatan kepala negara, menlu, maupun perwakilan RI di luar negeri," imbuhnya.
(mad/gun)










































