"Rumor dari orang, ini instruksi dari Mabes. Bahkan katanya dapat perintah langsung dari Kapolri," tutur Kepala Posko 'Sandal Jepit untuk Kapolri', Iman saat dihubungi oleh detikcom, Selasa (3/1/2012).
Namun, rumor tersebut belum bisa dibenarkan. Sebab, menurut Iman, rumor itu hanya beredar di kalangan aparat tersebut. Salah seorang dari aparat tersebut yang mengungkapkannya kepada Iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman berusaha tenang menghadapi kejadian ini. Dia mengaku belum tahu akan melakukan tindakan apa menyusul kejadian ini. Tapi, dia menuturkan, pembicaraan antara aparat tersebut dengan istrinya sempat direkam oleh sang adik, yang kebetulan saat itu pulang ke rumah.
"Untungnya setiap pembicaraan mereka direkam oleh adik sepupu saya. Durasinya sekitar 20 menit, banyak sekali pertanyaan yang 'lucu'," terang Iman.
Iman sendiri menilai, kedatangan para aparat tersebut sebagai bentuk intimidasi. Dia meminta agar kawan-kawan yang berada di posko 'Sandal untuk Kapolri' lainnya agar tidak takut dan tetap tenang.
"Saya berharap kawan-kawan di posko lain harus tetap tegar," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, posko 'Sandal untuk Kapolri' di wilayah Jatiasih, Bekasi disatroni oleh lebih dari 10 orang yang mengaku dari Kepolisian, Koramil, serta Kelurahan setempat. Mereka menginterogasi serta menyobek pamlet kertas bertuliskan 'Posko Sandal Jepit untuk Bebaskan AAL'.
Disebutkan, aparat tersebut bertanya macam-maca soal posko, mulai soal siapa pemimpinnya hingga sejak dan sampai kapan posko tersebut akan berdiri. Selain banyak bertanya, aparat tersebut juga menyobek kertas pamlet yang menjadi 'papan nama' posko tersebut.
"Ditanya, posko ini masih buka enggak, istri saya enggak ngerti, lalu dijawabnya karena semua sandal sudah di KPAI, mungkin sudah selesai. Lalu disobeklah kertas bertuliskan 'Posko Sandal Jepit untuk Bebaskan AAL'," terang Iman.
(nvc/mpr)











































