"Sekarang saya mau tanya, dengan kecelakaan itu sudah diinvestigasi semua atau belum. Kalau belum, jangan tergesa-gesa," ujar Menhub EE Mangindaan di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (3/1/2012).
Dia menambahkan, jika izin bus Sumber Kencono dicabut artinya ada karyawan yang harus berhenti bekerja. Padahal Sumber Kencono memiliki 300 bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melihat dampak sosial, akan dilihat juga aturan yang mana yang telah dilanggar. Dia mencontohkan kesalahan sopir. "Sopir yang baru, baru sebulan, trayeknya bukan di situ biasanya. Tapi juga kita minta diadakan anu dululah istilah saya kalau dikasih trayek harus dilatih betul-betul. Itu antara lain jangan kita lihat kecelakaannya saja," lanjut dia.
Wagub Jatim sudah nyatakan mau rekomendasikan ke pusat untuk pencabutan izin? "Boleh saja, tapi saya pikirkan sosialnya juga. Coba pikirkan juga berapa ribu," kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara itu.
Pihak Kemenhub juga akan mengkonfirmasi ke Pemda Jatim. Jika ternyata ada kesalahan yang sangat fatal sekali, maka keputusan tegas akan diambil. Namun lagi-lagi Mangindaan menggarisbawahi masalah sosial yang mungkin timbul.
"Juga kesalahannya ada di mana sebenarnya, lagi diinvestigasikan sekarang," ucapnya.
Kondisi fatal sehingga harus diambil tindakan tegas adalah apabila pengemudi tidak memiliki SIM dan bus dalam kondisi tidak layak. Apalagi jika keadaan itu berlangsung berlarut-larut.
"Aturannya harus dilihat. Tapi kalau cuma human error seperti begitu ya kita berpikir lagi. Bukan karena ada korban kita tidak mau anu ambil keputusan tidak, bukan itu. Tapi dampak sosialnya itu, puluhan ribu lho. Kali keneknya berapa itu," papar Mangindaan.
Hingga saat ini investigasi kecelakaan bus itu masih dilakukan. Kemhub juga telah mengirim tim dari Ditjen Perhubungan Darat untuk melihat kebenaran kabar.
"Kalau dengar-dengar saja kan nggak cocok. Tadi pagi saya rapat, dari Perhubungan Darat lapor kami sudah kirim tim," ujar Mangindaan.
Sebelumnya kecelakan terjadi di Jalan Raya Surabaya-Madiun tepatnya di Desa Jeruk Gulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun ini menyebabkan 6 orang tewas di lokasi dan berhasil diidentifikasi, 5 orang luka parah dan 18 luka ringan.
Keenam korban tewas tersebut adalah Ikbal Ramadan warga Griya Kencana Tangerang, Ari Edi Budiarandiko (21) warga Tangerang, Agus Hariadi (16) warga Kecamatan Nguntoronadi Magetan, Pangat warga Ngawi, Hafid warga Surabaya dan Joko Prayitno (34) asal Kabupaten Sragen.
Saat itu kecelakaan Bus Sumber Kencono membawa sebanyak 40 orang penumpang. Sementara dari GPS PO Sumber Kencono sendiri kecepatan bus tercatat 79 KM/Jam, namun hal itu tercatat saat bus berada di wilayah Wonoasri yang berada kurang lebih 5 Km dari TKP.
Dalam kecelakaan ini Agus Widodo(41) sopir Bus Sumber Kencono sudah ditetapkan sebagai tersangka. Semantara pengedara motor Jupiter bernopol AE 5601 FU, Hastoto Yuwono (16) warga Desa Waru Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun masih dirawat di RSUD Caruban karena menderita luka pada bagian kaki.
(vit/anw)










































