Jembatan Baru Amarto, Alternatif Pengurai Kemacetan di Jalan Malioboro

Jembatan Baru Amarto, Alternatif Pengurai Kemacetan di Jalan Malioboro

- detikNews
Selasa, 03 Jan 2012 17:36 WIB
Jembatan Baru Amarto, Alternatif Pengurai Kemacetan di Jalan Malioboro
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti hari ini meresmikan jembatan Kleringan. Jembatan yang diberi nama Amarto (Agawe Majune Ngayogyakarto) itu diharapkan menjadi solusi mengatasi masalah kemacetan arus lalu-lintas di kawasan Malioboro. Selama ini kawasan Jl Kleringan sepanjang lebih kurang 200 meter itu sering menjadi titik macet arus lalu lintas menuju Malioboro.

Jembatan tersebut dibangun di atas Sungai Code Kampung Gondolayu Kecamatan Jetis yang menghubungkan antara Jl Mangkubumi dengan Malioboro. Jembatan itu berada di jalan Kleringan atau sebelah utara jembatan jalur kereta api menuju Stasiun Tugu.

Jembatan sepanjang 37 meter dan lebar 18 meter menjadi akses baru dengan lurus yang menghubungkan Jalan Mangkubumi menuju kawasan Kota Baru tanpa harus memutar. Pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana APBD Provinsi DIY sebesar Rp 8 miliar dan Kota Yogyakarta sebesar Rp 4 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap jembatan ini bisa mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan Malioboro," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai meresemikan Jembatan Amarto, Selasa (3/1/2012).

Sultan mengatakan mengatasi kemacetan dan kesemrawutan Maliboro sudah tidak bisa ditunda lagi. Bila terus tertunda, permasalahan kemacetan Maliboro yang terjadi setiap musim liburan dan akhir pekan akan semakin parah sehingga semakin sulit dipecahkan.

Menurut dia, pada libur panjang seperti liburan akhir tahun kemarin kawasan Malioboro dan sekitarnya terjadi kemacetan yang sangat parah. Kepadatan arus lalu-lintas di Malioboro terus terjadi.

"Pada akhir pekan saja juga terjadi kemacetan sehingga harus segera di atasi," katanya.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas lanjut dia, adalah dengan menyediakan lokasi-lokasi parkir di Malioboro dan mengubah ruas jalan tersebut sebagai pedestrian.

"Perlu sekitar 30 ribu meter persegi untuk menjadi tempat atau lahar parkir, kalau semua kendaraan masuk Malioboro pasti akan macet," pungkas dia.

(bgs/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini