"Kegiatan perekonomian warga tidak terlalu berpengaruh dengan kasus itu. Berjalan seperti biasa saja," kata Ketua DPRD Kotawaringin Barat, Subahagio, ketika dihubungi detikcom, Selasa (3/1/2012) sore.
Menurut Subahagio, sejauh ini, aparat kepolisian dan TNI, masih berjaga-jaga di sejumlah ruas jalan di Pangkalan Bun, terlebih lagi pasca kisruh pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat yang terjadi akhir 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterangkan Subahagio, kasus penganiayaan disertai mutilasi itu, memang sempat mengejutkan warga, khususnya di Pangkalan Bun. Mengingat, 2 hari sebelumnya, terjadi kisruh pemilukada di Pangkalan Bun.
"Saya tidak berani berpendapat di sini akan terus kondusif. Tapi sejauh ini, sekali lagi aktivitas masyarakat berjalan normal. Harapan kita, Kobar (Kotawaringin Barat) selalu kondusif," tutup Subahagio.
Seperti diberitakan, dua orang pekerja di perkebunan sawit di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi korban pembunuhan. Keduanya ditemukan di pinggir di sebuah sungai di Kecamatan Arut Utara, Minggu (1/1/2012) lalu sekitar pukul 13.00 WITA, dengan kondisi tidak lagi berkepala. Bahkan, kedua telapak tangan milik salah satu korban, ikut terpotong.
Meski akhir tahun 2011 lalu kembali mencuat kisruh pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat, namun kepolisian menegaskan kasus pembunuhan itu bukan terkait kisruh pemilukada melainkan tindak pidana murni. Bahkan kepolisian juga memastikan tidak ada konflik yang terjadi antara perkebunan sawit dengan warga setempat.
(anw/anw)











































