Pantauan detikcom, setiap ada kesaksian Michael yang dirasa tidak sesuai dengan kenyataan, belasan buruh yang setia duduk di ruang sidang terus menyoraki. Tidak jarang, jaksa Zet Tadong Alo, meminta majelis hakim supaya menertibkan pengunjung sidang di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2012).
Saat sidang sempat diskors, Michael yang hendak ke kamar mandi memang terus dikawal oleh 2-3 orang polisi. Para buruh itu pun terus mengintai gerak gerik Michael.
Nah, usai persidangan, Michael pun langsung dikawal oleh 5 polisi. Belasan buruh itu pun langsung mengerubungi Michael.
Sempat terjadi tarik menarik antar buruh dan polisi yang hendak menyelematkan Michael.
"Mana hak kami, dasar pencuri," ujar buruh beringas.
Beruntung tidak sampai terjadi kontak fisik dalam kejadian ini. Polisi mampu melerai dan memisahkan Michael dari tarikan buruh itu.
Tak cukup sampai di situ, buruh itu terus mengejar Michael hingga lantai dasar. Dengan sigap, Michael langsung dilarikan oleh mobil polisi yang dikawal motor polisi.
Salah satu buruh menceritakan, mereka kesal dengan sikap kurator itu. Usai penjualan aset PT Sky Camping Indonesia, seharusnya sekitar 3 ribu buruh berhak mendapatkan hak mereka.
"Sekitar 3 ribu, setiap orang bisa dapat Rp 6-8 juta," kata salah satu buruh dengan nada emosi.
"Sudah berapa bulan hak itu tidak dibayar?" tanya wartawan.
"Bukan bulan lagi mas, tapi tahunan," ujarnya dengan nada kesal.
"Keselamatan saksi dan terdakwa menjadi tanggung jawab penuh kami," kata salah satu polisi berusaha menenangkan para buruh.
(mok/lia)











































