M Nuh Berterima Kasih Jokowi Mau Pakai Esemka

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 03 Jan 2012 15:22 WIB
Jakarta - Secara terbuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengucapkan terima kasih kepada Walikota Solo Joko Widodo yang sudah mau memakai Esemka sebagai mobil dinas. Meski mobil itu belum lulus izin untuk kelaikan di jalanan, penggunaan Esemka sebagai mobil dinas merupakan cara apresiasi mobil lokal.

"Ya ndak papa, kita sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sangat mengapresiasi, diantaranya menggunakan produk kita," ujarnya di Kantor Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (3/1/2011).

Sebagai Kementerian yang menangani SMK, M Nuh dikabarkan merupakan pihak yang membiayai pembuatan mobil Esemka untuk Jokowi.

M Nuh menuturkan dirinya juga sudah menggunakan produk-produk yang dihasilkan SMK. "Diantaranya yang sudah saya pakai laptop dan OHP," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan menuturkan dirinya pernah meninjau SMK yang dimaksud. "Kreatif sekali sekolah itu, teknologi juga bagus. Itu salah satu upaya untuk mendorong anak- anak kita itu lebih kreatif," ujarnya.

Meski begitu, langkah Jokowi ini tidak pelak mengundang cibiran dari pejabat lain. Gubernur Jateng Bibit Waluyo menilai langkah Jokowi itu hanya cari muka saja.

Di mata Bibit, langkah Jokowi menggunakan mobil yang belum teruji handal dinilai sebagai tindakan sembrono. Apalagi mobil itu digunakan oleh pejabat penting.

"Bangga itu boleh. Bangga bahwa anak-anak kita bisa berkarya luar biasa. Tapi kebanggaan itu yang terukur dong. Lha ini belum apa-apa, teruji saja belum kok sudah ada yang berani pasang pelat nomor (untuk kendaraan dinas -red). Sembrono itu namanya. Kalau nanti sampai nabrak kebo gimana. Tidak usah cari muka lah," sergah Bibit.

Jawaban senada juga diberikan oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto. Menurut bupati yang juga pemilik perusahaan otobus tersebut, dalam memilih kendaraan apalagi untuk kendaraan dinas pejabat, hal yang utama adalah harus dilengkapi dengan sertifikat resmi lulus uji kelaikan dan memenuhi standar keselamatan.

(mad/anw)