"Kalau kita lihat secara pendidikan dan peran, Brimob itu kan sebenarnya seperti tentaranya polisi. Ini tidak cocok diturunkan menghadapi masyarakat. Mereka cenderung kurang bisa melakukan upaya persuasif," ujar Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada detikcom, Rabu (3/1/2012).
Neta menjelaskan ada satuan pengendalian massa (Dalmas) yang lebih cocok diturunkan dalam menghadapi aksi massa. Kalau perlu polisi harus lebih memberikan peran pada polisi wanita untuk berdialog dengan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari namanya saja senapan serbu. Itu kan untuk menyerbu musuh. Masak rakyat dianggap musuh," kritik Neta.
(rdf/lia)











































