Sampai saat ini, calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mendaftar sudah mencapai 166 orang dan 22 di antaranya perempuan. Sementara calon anggota Bawaslu yang sudah mendaftar sampai siang ini 75 orang dan 7 orang di antaranya perempuan.
"Untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan, kami juga jemput bola mengontak kalangan organisasi perempuan," kata anggota Pansel KPU-Bawaslu Ramlan Surbakti dalam jumpa wartawan di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, seleksi administrasi. Tahap ini akan ditutup 6 Januari mendatang dan diumumkan kepada publik empat hari kemudian. "Sementara ini dari mereka yang mendaftar ada 39 orang yang mendaftar usianya di bawah 35 tahun. Padahal UU mensyaratkan usia mereka minimal saat mendaftar harus 35 tahun atau lebih," ujar Ramlan.
Selanjutnya tes psikologi dan juga tes kesehatan. Namun, tes psikologi sekarang berbeda dengan tes psikologi pada seleksi anggota KPU sebelumnya. "Tes psikologi tidak di awal seleksi. Tidak mengulang kasus yang lama yang menempatkan tes psikologi penentu seseorang berlanjut atau tidaknya menjadi anggota KPU. Contohnya saya dan Ibu Valinka Singka (dosen UI) yang saat itu gagal tes psikologi mungkin karena IQ saya di bawah rata-rata barangkali," kata Ramlan, berkelakar.
Tahap terakhir, menurut Ramlan, adalah wawancara. "Tim Pansel sepakat tidak akan menghakimi seseorang dari satu jenis tes. Bahkan tiap alat tes ada second opinion. Untuk tes kesehatan kita akan kerja sama dengan RSPAD dan Ikatan Dokter Indonesia. Tes psikologi kita kerja sama dengan UI dan Unpad," ujarnya.
Menurut Ramlan, akhir Februari 2012, 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu terpilih akan diserahkan ke Presiden. Selanjutnya Presiden akan menyerahkan ke DPR. "Nantinya DPR akan memilih 7 anggota KPU dan 5 anggota Bawaslu," ujarnya.
(nwk/nwk)











































