"Kita lihat pandangan MUI saja. Kalau mengukur suatu agama pada riilnya akidahnya, kalau sama ya nggak masalah. Cuma interpretasi yang berbeda, nah tapi untuk interpretasi berbeda juga ada dalam suni. Perbedaan itu selama dalam batas toleransi pada akidah, soal tauhid tidak ada perbedaan, syiah masih dalam koridor," tutur Suryadharma
Hal ini disampaikan Menag kepada wartawan usai acara penyerahan penghargaan kepada kepala daerah yang berjasa di bidang pendidikan Islam dalam rangka HUT ke-66 Kementerian Agama di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita biarkan MUI dulu, kita tunggu MUI yang bilang itu. Karena MUI itu memiliki kompetensi menjelaskan apakah itu bertentangan atau tidak, karena MUI tempat berkumpulnya ahli fatwa,"tegasnya.
(van/ahy)











































