"Setgab Koalisi ada signifikansinya? Apa ikatan yang berhasil dibuat? Tidak ada keputusan strategis yang dihasilkannya," kata pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, kepada detikcom, Senin (2/1/2012).
Menurutnya, jauh lebih baik Indonesia memperkuat sistem presidensial yang dianut selama ini untuk menghasilkan pemerintahan yang efektif. Di dalam sistem presidensial yang konsisten, sebenarnya tidak mengenal adanya koalisi dalam susunan pemerintahan seperti yang diterapkan oleh SBY dalam dua periode pemerintahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Andai ada koalisi, cukup di parlemen sehingga tidak mengganggu otoritas ekesekutif. Sifatnya pun harus programatik," jelas Yunarto.
Dia mengakui penerapan sistem presidensial yang konsisten seperti itu berpotensi mendapat penentangan partai politik yang merasa 'hajat hidup' mereka terganggu. Kegaduhan politik yang mungkin terjadi diyakini hanya sebagai risiko jangka pendek.
"Ini hanya masalah pengaturan sistem saja. Tapi begitulah makna divided government dalam sistem presidensial," imbuh dia.
(lh/nrl)











































