"Ros sedih juga anaknya yang sedang butuh-butuhnya ASI sekarang tidak mau lagi menyusui, mungkin karena efek obat yang dikonsumsinya untuk penyembuhan trauma," jelas paman korban, Joy saat ditemui detikcom, Senin (2/1/20112)
Ros kini menjalani pendampingan dari beberapa psikiater, untuk pemulihan jiwanya. Keluarga juga menanamkan pada diri Ros dan suaminya, bahwa insiden itu bukan aib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kami masih selamat dan kembali sehat karena dalam peristiwa tersebut dapat saja terjadi yanglebih mengerikan," tambah Joy.
Yang terberat, lanjut Joy, Ros kini adalah tulang punggung keluarga. Suaminya setelah mengalami luka parah karena kecelakaan motor sudah tidak bisa banyak diharapkan untuk mencari nafkah.
Keluarga pun mencoba membantu Ros melawan trauma saat naik angkot. Karena, bila sudah sembuh nanti, dia harus bekerja ke pasar membeli sayur dengan naik angkot.
"Saya punya rencana akan mengajak dia naik angkot dan berbelanja ke pasar. Ini perlu saya rasa supaya dia kembali berani beraktivitas seperti biasanya," terang Joy.
Untuk pelaku pemerkosaan yang kini ditahan di Mapolres Depok, keluarga meminta agar penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku.
"Kami minta nanti diproses persidangan para pelaku dapat dihukum maksimal, seberat-beratnya. Dan, keluarga juga mengucapkan terimakasih kepada aparat Polresta Depok yang telah berhasil mereka dalam waktu 11 hari," jelas Joy.
(ndr/gah)











































