Jalan Sudirman Rusak Akibat Bekas Galian Saluran Air

Jalan Sudirman Rusak Akibat Bekas Galian Saluran Air

- detikNews
Senin, 02 Jan 2012 11:15 WIB
Jakarta - Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, yang dulu mulus kini rusak akibat adanya bekas galian pipa saluran air. Kemacetan diprediksi bakal mewarnai kawasan tersebut.

Pengamatan detikcom, Selasa (2/1/2012), ruas Jalan Sudirman yang rusak yakni terdapat di titik yang mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia dari arah Blok M, tepatnya di lajur lambat sebelah kiri, depan gedung BRI Tower II. Jalan semula yang dilapisi aspal kini hanya ditutupi pasir batu selebar 1,5 meter.

Di lokasi, terdapat papan seukuran 100x90 centimeter yang berisikan imbauan bagi pengguna jalan yakni "Hati-hati, Ada Galian Pipa Saluran Air"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut, membuat jalanan tidak dapat dilalui pengendara mobil atau motor. Jalanan mulus yang tersisa hanya selebar 2 meter di sebelah kanannya sehingga pengguna jalan harus mengantre di lajur yang hanya bisa dilalui satu mobil saja.

Proyek galian saluran air itu cukup panjang, hingga ke arah Bendungan Hilir. Proyek tersebut juga cukup mengganggu pengguna kendaraan umum yang biasa mengantre di Halte Bendungan Hilir.

Kini, transportasi umum yang biasa berhenti di halte tersebut harus berhenti di tengah jalan akibat jalan rusak tersebut. Hal ini tentu akan membuat kendaraan di belakangnya harus melambat hingga terjadi penumpukan kendaraan.

Pada musim hujan ini, kondisi jalan seperti itu tentu memperburuk arus lalu lintas. Di beberapa titik seperti di depan Bendungan Hilir terdapat kubangan air yang dapat menjebak pengendara motor.

Kondisi jalan yang tidak mulus juga dapat dirasakan pada bekas galian gorong-gorong di beberapa titik, seperti di depan gedung Plasa Central, Jl Sudirman yang mengarah ke Blok M. Pelaksana proyek terkesan asal-asalan melapisi bekas galian tersebut, sebab kondisi jalan yang semula mulus, kini tidak rata dan bergelombang.

Belum lagi pemasangan besi saluran air yang tidak rata dengan aspal, dapat mencelakai pengguna jalan khsusunya motor.

Di titik lain, seperti di jembatan 66 Kuningan, kondisi jalan layang juga tidak mulus. Aspal tidak rata dan bergelombang membuat pengendara motor harus ekstra hati-hati apalagi pada geometri jalanan yang menanjak dan cukup berbahaya.

(mei/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini